Kamis, 15 Oktober 2009

Jalan-jalan

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih pergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, “Ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 190-191)

Tentunya setiap kita pernah jalan-jalan dan lihat-lihat. Mengamati keindahan alam yang terhampar. Memikirkan dan menikmatinya. Atau bahkan berfoto-foto bersama. Asyik bukan? Bagi orang-orang beriman tentunya tak sampai hanya penikmat semata. Dia memikirkan siapa pencipta semua ini. Dan akan keluar dari mulutnya bahwa semua ini adalah karena Allah Menciptakannya.
Setelah jalan-jalan ke Kaliurang yang sering kukunjungi itu, bakda lebaran kemaren saya menyempatkan untuk jalan-jalan ke Pacitan. Saya dan keempat teman saya. Jadinya kami berlima. Menyusuri jalan Wonosari, melewati tengah kota wonosari, kemudian lurus ke arah timur tanpa belok-belok. Sampailah kami di daerah bernama Pacitan. Tujuan pertama, kami belum mengetahui hendak kemana, akhirnya kami putuskan untuk menuju ke Guo Gong.
Sebelum membicarakan guo Gong, saya ingin berbagi mengenai perjalanan kami. Sebagian orang ada yang memikirkan perjalanan yang dilakukannya. Ada juga yang mengisinya dengan tidur sepanjang perjalanan, makan cemilan atau ngobrol bersama teman. Bagiku, perjalanan adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Sebisa mungkin tak akan kulewatkan. Maka, kulihat kanan dan kiri jalan, kumerenung dan terkadang meneteskan air mata. Ku berfikir mengenai ciptaan Allah yang indah ini. lukisan alam yang luar biasa. Terbentang di planet bernama bumi dan khususnya Indonesia.
Sangat menyentuh dan sangat indah. Melihat penduduk yang berbondong-bondong menuju sawah. Melihat anak kecil yang menggantungkan asa di sekolah. Melihat bapak-bapak yang mengais rejeki untuk keluarga. Allahu Akbar…Maha Suci Allah yang telah mengatur semuanya. Setiap orang memiliki jatah sendiri-sendiri sesuai porsinya.
Perjalanan ke kota 1001 gua itu dipenuhi dengan bukit-bukit, pohon jati, tanah yang kering, jalan yang naik turun dan menikung tajam. Terkadang berfikir juga, kapan sampainya?? Kok dari tadi bukit terus ya…Sing sabar…Sepanjang mata memandang yang ada hanyalah gunung yang berjajar…inilah Kuasa Allah.
Sesampainya di Guo Gong…Subhanallah. Ini gua buatan atau ciptaan Allah?? Ternyata itu sudah ada sejak doeloe kala…Luar biasa. Di dalam gunung yang kering itu terdapat Keagungan Allah yang ingin ditunjukkan kepada hamba-Nya. Sangat indah dan dipadati pengunjung, para penikmat keindahan alam.
Stalaktit dan stalakmit (bener ya nulisnya??) yang luar biasa. Terbentuk dengan indahnya. Ada yang ketika dipukul bisa berbunyi. Mungkin karena inilah dinamakan guo Gong. Ada juga ruang Kristal. Batunya berwarna putih kekuning-kuningan, bukan hitam. Aneh bukan?? Tak ada yang aneh bagi Allah. Dan gua itu sangat besar. Saat ini sudah diberi jalan khusus berupa tangga-tangga, agar memudahkan. Panas di dalamnya, makanya ada juga kipas angin. Gelap gulita awalnya, tapi di sana sudah ada lampunya. Berwarna-warni pula. Meski sudah dilengkapi dengan sarana yang seperti itu, tetap saja efek alami gua Gong tak berubah. Batu-batu yang besar menjulang. Kokoh dan terkesan angkuh. Langit-langit yang tinggi dan ruangan yang luas. Itu baru di gua gong, belum tempat lainnya…Ada juga pantai lho…Jika kau ingin melihatnya langsung, kapan-kapan bisa diagendakan untuk berkunjung kesana.
Ada banyak tempat yang belum kita singgahi. Ada banyak daerah yang belum kita kunjungi dan ada banyak lukisan alam yang belum kita nikmati. Subhanallah, Allahu Akbar…inilah Kekuasaan Allah. Menciptakan bumi indah bernama Indonesia ini dan menitipkannya kepada kita para penghuninya. Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah menjaga dan merawatnya. Dan kemudian memanfaatkan untuk kemaslahatan bersama. Atau jangan-jangan kita tidak menyadarinya bahwa ini titipan Yang Maha Kuasa??

Sejenak merenungkan

Tanggal 30 September 2009 telah terjadi gempa yang dasyat, 7,6 SR. Menggungcang wilayah Indonesia bernama Sumatra Barat. Daerah yang termasuk rawan gempa. Coba kita perhatikan, berapa kali Indonesia ini ditimpa bencana?? Dari 2004 ada Aceh dengan efek yang dasyat yaitu tsunami. 2006 ada Jogja dengan gempa. Situ gintung yang jebol. 2008 ini ada juga di Tasikmalaya. Dan terkahir di Sumatra Barat. Ini yang saya ingat dan korban yang berjatuhan cukup besar. Belum bencana kecil seperti waktu itu Tsunami di Pangandaran, gempa di beberapa daerah, banjir setiap tahunnya, tanah longsor, sampai lumpur lapindo, dan lainnya. Berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lainnya.
Saya sebagai manusia biasa hanya bisa berdoa dan mencoba mengambil hikmah dari semua ini dengan cara sederhana. Bisa jadi ini adalah teguran atau ujian dari Allah?? Teguran karena kita sering lalai, sering tak taat, sering melanggar perintah-Nya. Dan ujian keimanan bagi kita yang sudah mengaku beriman kepada Allah. Apakah keimanan kita ini sungguh-sungguh atau hanya setengah-setengah??
Teguran karena kita banyak maksiat dan jauh dari Allah. Sengaja tak mau peduli dengan peringatan Allah. Naudzubillah…Atau bisa juga ujian seberapa taat kita kepada Allah. Seberapa yakin kita akan pertolongan Allah, seberapa kuat ukhuwah kita akan saudara yang sedang tertimpa bencana. Dan seberapa peduli kita terhadap sesama. Teguran ataukah ujian?? Keduanya adalah tanda cinta dari Allah. Allah mencintai kita, karena masih ditegur dan diuji agar derajat keimanan kita bertambah…Agar kita semakin mulia. Mari kita renungkan..!!

Rabu, 29 April 2009

Lagi males ya..??

Terkadang kita ngrasa ga bersemangat, kurang gairah, bad Mood, dan males nya minta ampun. Tapi terkadang semangat kita menyala-nyala, seolah semua pekerjaan ingin kita kerjakan. Itulah semangat kita, kadang naik. Kadang juga turun, dan naiknya lama banget. Ada banyak cara untuk menjaga semangat itu tetap menyala. Tapi kita harus tau kalo semangat itu pasti naik dan pasti turun. Nah, cara menjaga semangat itu kalo pas lagi turun, naiknya cepet. Baliknya ke kondisi awal tu segera mungkin. Jadi ga lama-lama bad mood nya. Ga lama-lama malesnya. Maka ada salah satu cara yang ingin saya bagi ke kawan-kawan semua. Apakah itu,??? Teng ting tong...Jawabannya adalah..."menata pikiran"
Seperti yang kita tau, pikiran adalah pusat dari aktivitas kita. pikiran adalah awal dari perilaku yang kita lakukan. So...hati-hati dengan pikiran. Dalam sebuah hadist disebutkan, "Aku (ALLAH) sesuai dengan persangkaan hambaku." kalo kita berfikir ga bisa, tar biasanya juga ga bisa. Kalo kita berfikir bisa, Insya ALlah pasti bisa. Sedeerhananya gini. Siapkan balok kira-kira setebal 20 cm sepanjang 2 m, dan lebarnya 30 cm. Kemudian taruhlah di atas lantai lalu berjalanlah di atasnya. Kamu merasa biasa saja??
Nah, sekarang, taruhlah balok itu di atas dua meja lalu berjalanlah di atasnya. Bagaimana rasanya?? Takut jatuh??Merinding, takut baloknya patah??
Nah, karena kita dah takut sejak awal dan ga yakin, kitapun ga jadi jalan di atas balok itu.
Itu gambaran sederhana aja. Kitapun jadi ga bersemangat karena pikiran kita dah ga bersemangat. Kalo pikiran kita jaga agar tetap bersemangat, Insya Allah kita jadi semangat. Para pemalas menjadikan mood sebagai alasan untuk tidak bertindak. so...Jaga baik-baik pikiran kita dari hal-hal yang negatif dan melemahkan semangat. Aturlah pikiran kita sehingga kita tidak dikendalikan mood, tapi mengendalikan mood.

Senin, 01 Desember 2008

Yaketunis

LAgi2 kata ini yang keluar ketika kukunjungi Yaketunis (ya2san tuna netra ISlam). Pas nyampe sana, langsung aja kumasuk, tanya ke pengurusnya bentar dan ingin keluar lagi. Bukan apa2 cuma ga tega liat adek2 nya yang penglihatannya diberi keterbatasan oleh Allah...
Ingin menangis, menitikkan air mata, kata2 tercekat di kerongkongan. Sampai2 ketika jadi MC aku kehabisan kata2. Tidak seperti biasa. Bingung mau ngomong apa. Jangan2 perkataanku menyinggung perasaan mereka...
Subhanallah...Alhamdulillah...dengan penuh keterbatasan itu, mereka penuh percaya diri menatap masa depan. Ada yang mau jadi dosen, guru, komposer, musisi, penyanyi, penyair dll.
Tak kusangka mereka bisa seperti itu. Semakin membuatku terharu, tak tahan aku melihatnya.
Kelebihan mereka adalah di hafalan. Mereka bisa hafal nama dalam sekali sebut. Luar biasa. KArena memang, mereka tidak bisa melihat. Dan menurutku pandangan mereka terjaga, makanya mereka lebih mudah menghafal.
kalo kita mah, matanya jelalatan, liat sana liat sini. Jadinya kacau balau yang dihafal. Udah hafalan Qur'annya dikit, mudah ilang lagi...MAsyaALlah...

Indahnya Lukisan Alam

Pernah naik gunung??Ato pergi ke pantai?? Maen, menikmati keindahan alam dan refreshing aja. Awal bulan November yang lalu aku menyempatkan waktu untuk jalan2 ke Kaliurang. Sebenarnya hal yang biasa pergi ke Kaliurang, udah sering banget, karena rumahku deket Kaliurang.
Tujuanku pengen mengenal Kaliurang lebih dekat...(halah..), menikmati keindahan alamnya. Bersama ke-3 adekku, kukunjungi 4 tempat di Kaliurang. Gardu Pandang, Gua Jepang, Kali Kuning dan Kali mBebeng...
Gardu Pandang menurutku biasa saja. Malah lebih baik yang dulu, karena sekarang ga bisa melihat ke arah sungai secara langsung. Rawan longsor, makanya kurang siippp. Aku punya ide untuk turun ke arah sungai. Ada jalan setapak, kususuri kira2 15 menit sampailah di Sungai mBoyong. Sungai itu sangat besar dan curam, penuh kerikil dan batu. Ada pasirnya juga ding.
Yang menarik dari tempat ini menuurutku orang2 yang menambang pasir disana. Warga penambang pasir itu menaiki truk, melintasi sungai yang berisi batu dan kerikil itu. Kok ga takut longsor, banjir dan hal2 yang tak terduga lainnya...Subahanallah...untuk mencari sesuap nasi, pekerjaan penuh bahaya, nyawa taruhannya dilakukan... Allahu Akbar...tanpa mereka gedung2 mewah, bangunan2 megah di kota tidak akan berdiri. Mereka sangat berjasa...
Hal yang sama kulihat di mBebeng. Tempat itu tidak layak huni tapi tetap ada manusia yang disana. Tiap ada gangguang dari merapi, mereka pasti mengungsi.Rawan longsor. bahkan sangat rawan. Dan di sungai itu kulihat pemandangan yang lebih dasyat lagi. para penambang pasir yang menurutku nekat ketika hujan sudah turun. dan akibatnya truk mereka terperosok di sungai itu. Sungainya sangat besar dan dalam...itulah mboyong.
Gua jepang...Yang menarik bagiku adalah perjalanan menuju ke Gua ini. Lumayan melelahkan dan bisa jadi program pengurangan berat badan...Subahanallah...lisan ini kadang berteriak takbir, tahmid dan tasbih...
KAli kuning yang ehm...nyaman untuk out bond dan bisa untuk rapling juga. tempatnya lumayan bersahabat. Lebih ramah dan lebih nyaman untuk membuat acara di sini...kapan2 bisa dicoba.
Ato kapan2 sengaja puter2 Kaliurang lah...